Inginku, kau adalah sebuah api yang selalu menghangatkanku dikala dingin
Menemaniku dikalaku dalam gelap
menyulut darahku agar segera bangkit membakar rebahku
Namun darahku justru lebih mendidih dari panasnya apimu
Apa kau masih sanggup bermimpi indah? saat darahku cukup untuk menghilangkan segala kegundahanku
Apa kau tak khawatir, cairnya dia mampu memadamkan apimu
sementara panasnya dia mampu meleburkan semua benda lebih dari sekedar memanaskannya