Kamis, 29 Oktober 2020

Api

 Inginku, kau adalah sebuah api yang selalu menghangatkanku dikala dingin

Menemaniku dikalaku dalam gelap

menyulut darahku agar segera bangkit membakar rebahku

    Namun darahku justru lebih mendidih dari panasnya apimu

    Apa kau masih sanggup bermimpi indah? saat darahku cukup untuk menghilangkan segala                         kegundahanku

    Apa kau tak khawatir, cairnya dia mampu memadamkan apimu

    sementara panasnya dia mampu meleburkan semua benda lebih dari sekedar memanaskannya

Sajak Cinta

 Terimalah sajak-sajak cinta ini dari hati yang paling dalam

Meskipun aku bukan siapa-siapa juga bukan apa-apa

Namun, aku ingin kau percaya

Bahwa cintaku membuatmu segalanya bagiku

    Aku tak punya apapun..

    meski itu hanya setangki bunga untuk lambang cinta

    Apa lagi harta, yang mungkin bisa membuatmu berbahagia

    kecuali satu, yang pasti bisa kuberikan padamu

    Yaitu ketulusan hati untuk slalu mencintaimu

Pada inytinya, aku ingin bilang..

Terimalah aku dengan semua yang tidak kumiliki

Kala Itu

 Rintik-rintik hujan

Perlahan deras berlangsung

Tanya bohong ingin sampai segera

    Hujan itu bahagia pertamaku

    Gubuk kecil kita berteduh disana

    Alih-alih berharap air jatuh terus-menerus

    Kita tak saling bicara

        Kau tahu..

        Mataku bilang senyummu manis

        Maaf bukan bibirku yang yang bersenandung

        Bagiku, aku terlalu rindu

        Sampai kaku kelu kala itu